Wednesday, February 6, 2008

the Last Supper

Share dari milis gkjwgroup :

Tempo memang kualitasnya sebatas mleset mlesetkan. Nama majalah itu
adalah plesetan dari Time: covernya, cara pemhasannya, isinya. Nah kalau
sekarang tempo mlesetkan Perjamuan Terakhir menjelang Tuhan Yesus di
salibkan (the Last Supper), dengan perjamuan terakhir pak Harto dengan
anak anaknya, ya memang tempo kualitasnya seperti itu. Pemlesetan itu
bukan tidak sengaja sebab pakaian yang dipakai oleh Tutut sama dengan
figur perempuan dalam buku the Davinci code, bajunya dengan warna merah
dan biru. Orang Kristen tidak usah tersinggung kalau Tuhan Yesus
disamakan pak Harto. Bahkan dalam kisah sebenarnya ia lebih jelek dari
itu. Seorang yang disalib pertama adalah penjahat kelas kakap, artinya
Tuhan Yesus disalib sebagai penjahat kelas kakap, itulah sebabnya ia
berkata kepada penjahat disebelah kanan dan kirinya: Hari ini juga
engkau bersama aku masuk kedalam Firdaus. Bahkan kejahatan orang orang
yahudi dan para prajurit Romawi, itulah sebanya ia berdoa kepada
mereka:"Tuhan ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka
perbuat". Kedua orang yang disalib biasanya adalah penjahat politis,
kalau di Indonesia Subersif. Itulah sebabnya ia akan ditukar dengan
Barabas, seorang zealot, penjahat gerakan bawah tanah yang akan
menggulingkan pemerintah romawi. Yang ketiga biasanya seorang yang
disalib adalah budak yang melarikan diri, artinya bahwa Tuhan Yesus mati
untuk menebus para orang orang yang diperbudak macem macem. Nah sekarang
kalau Yesus disamakan dengan Suharto, saya tidak tahu dia disamakan
dengan yang mana atau ada kejahatan yang lain, yang melebihi ketiga
penjahat itu. Yang jelas kini Tempo telah menyalibkan Tuhan Yesus
sebagai seorang seperti Suharto.
Tidak usah marah marah, kalau tersinggung ya tidak usah beli tempo. Ngono
ae kok repot.

Pdt.Budyanto, M.Th.
Rektor Universitas Kristen Duta Wacana
Jogyakarta

Nb: Ngapain Yesus  dibela? Dia justru yang akan membela kita.

2 comments:

  1. ga pake pusing cuek aja, toh juga Tuhan belum tentu marah. Lagian usut punya usut ternyata ilustrasi Leonardo da Vinci dalam lukisannya tidak menggambarkan kejadian yang seutuhnya. Contoh gampang, pada pakaiannya terlihat khas Eropa banget, lagian meja, kursi dan segala macemnya udah ada....

    ReplyDelete
  2. Memangnya kalo Yesus masih ada, apa gak protes wajahnya dilukis sama manusia biasa (baca: Leonardo Da Vinci!) yang gak pernah liat... cuma reka-reka... secara jamannya aja dah beda.

    Kalau mantan presiden soeharto berambut gondrong pirang, berewok, bertampang bule dan mengajak keluarganya berpose dan berphoto seperti dilukisan Da Vinci, dan dimuat oleh majalah tempo, siapa yang mau protes ke siapa?

    ReplyDelete