Wednesday, March 9, 2011

Problematika Kemacetan

Sudah dua hari ini perjalanan menuju/pulang kantor tersiksa akibat kemacetan yang sangat parah. Perjalanan Surabaya - Sidoarjo yang normalnya 1/2 jam(mode ngebut) 3/4 jam(mode santai) menjadi gemuk 1 jam 15 menit bahkan lebih sampai 2 jam.  Apa saja yang menjadi faktor kemacetan selama ini? Menurut pendapat saya ada beberapa hal yang menjadi faktor:

  1. Ketidaktertiban Pengendara - Sepertinya ini merupakan faktor utama penyebab kemacetan di Surabaya/Sidoarjo. Begitu banyaknya pengendara yang nekat mempertaruhkan nyawa dijalanan demi cepatnya sampai tujuan tanpa memperhatikan faktor keamanan sendiri, kalau faktor keamanan sendiri saja sudah diabaikan apalagi orang lain. Kalau pas nabrak trus gak jatuh.. kalau bisa ngabur ya, ngabur...

  2. Volume Kendaraan -  Semakin hari pertambahan jumlah kendaraan yang begitu banyak, penjualan automotif yang tanpa kontrol menjadi salah satu penyebab faktor nomor 2. Produsen automotif simplenya tidak perlu memikirkan kondisi suatu daerah, kalau bisa laku banyak justru membuat keuntungan semakin mantab. Kondisi ini diperparah dengan regulasi sebuah daerah yang kurang bisa mengatur penjualan automotif baru maupun kondisi automotif yang sudah ada.  Mobil/Motor tua dengan kondisi yg kurang terawat masih bisa berjalan dijalan raya, Mogok  sangat sering terjadi dan mengakibatkan kemacetan. Rem Blong, mengakibatkan kecelakaan yang ujung-ujungnya berdampak pada kemacetan.  

  3. Infrastruktur Jalan - Dengan bertambahnya volume kendaraan sering kali tidak diimbangi dengan perbaikan/pertambahan infrastruktur jalan yang ada, banyak tempat dimana jalan-jalan yang kondisinya rusak mengakibatkan pengendara harus mengurangi laju kendaraan terjadi antrian dan bahkan  tidak jarang sampai kecelakaan.

  4. Public Transport Mahal & Tidak Nyaman - Monggo dilihat kondisi public transport yang ada Surabaya & Sidoarjo.. yang ada hanya mobil-mobil yang tinggal tunggu dijadikan rongsokan namun tetap beroperasi. Belum lagi ongkos yang termasuk mahal ditinjau dari pendapatan minimum daerah di Surabaya/Sidoarjo yg tidak sampai 1.5 jt. Empat tahun yang lalu saya sempat menggunakan public transport kereta api komuter Sidoarjo (Pagerwojo) - Surabaya (mayjen sungkono). Dulu harga tiket komuter kisaran 3 ribu rupiah sampai Stasiun Wonokromo... Wonokromo ke Terminal Joyoboyo (2 ribu) kemudian Terminal Joyoboyo - Mayjen Sungkono (2 ribu), total 7 Ribu untuk sekali jalan sehari. Kalau dalam satu minggu ada 24 hari kerja maka  dlm satu bulan 336ribu eit... ini belum dihitung kalau kehausan dijalan bos.. Nah kalau salary itu salary sekarang.. kemudian ongkos yg saya gunakan adalah ongkos 4 tahun yang lalu maka didapatkan bahwa 22.4% salary terkuras untuk transport... fyuh!

Nah sampai saat ini masih ketemu 4 faktor... dan gimana dengan solusinya?
Solusinya sebenarnya adalah tanggung jawab Anggota DPR & pemerintahan yang dibayar untuk memikirkan hal tersebut, namun sayang banyak yang mandul :p

0 comments:

Post a Comment