
Ikan Apa yah ini ?
Saya lahir sebagai "Seorang Kristiani", pelan-pelan dipaksa untuk percaya akan Kristus. Mulai SD diajarkan untuk ikut sekolah minggu di Gereja GKSBS desa kelahiran "Mulyoasri" Lampung. Kemudian saat pindah ikut Bude/Pakde di Sidoarjo, doktrinasi berlanjut tanpa paksaan di BPK Gerakan Teruna GPIB Bethesda - Sidoarjo juga dilingkup sekolah SMA Kristen Petra 4. Sampai kelas 2 SMA, saya ikut ambil bagian dalam acara rutin gereja dimana biasanya saat kelas 2 SMA para remaja ikut ambil bagian dalm katekisasi untuk mempersiapkan SIDI (pengakuan percaya secara pribadi), namun sama itu rutinitas saya doktrinasi bahwa saya harus percaya Kristus. Dan akhirnya SIDI pun saya jalani sebagai kewajiban & rutinitas saya sebagai orang Kristen yg hidup dilingkup Organisasi Gereja GPIB, yah ungkapan apa susahnya ngomong percaya hanya dimulut & hapalannya pun simple. Hari-haripun berlanjut seperti biasa..
Saat kuliah, boring terhadap apa yg saya lakukan dalam kehidupan kerohaniawan. Harus kegereja.. persembahan.. gerakan pemuda.. semua sepertinya tidak ada gunanya dalam hidup saya saat itu, sampai akhirnya saya meninggalkan persekutuan dan hidup dalam dunia yang berbeda dengan biasanya. Mulai dari dulu yang 50.0001% percaya akan Tuhan sampai akhirnya hanya 10% bahkan kurang dan selebihnya kesombongan diri, tidak percaya akan Tuhan. Idealisme masih tetap ada dalam hidup, aktifis Demo 1998 akan ketidakadilan penguasa jadi salah satu bentuk protest akan ketidakadilan, Kuliah berantakan IP hancur lebur dari yang sebelumnya termasuk baik. Tidak pernah pulang kerumah Bude/Pakde memilih hidup dan tinggal kampus, semua aktivitas Mandi/Cuci Pakaian/Makan dan semua berpusat dikampus. Jemur pakaian dikelas waktu kelas sepi, tidur di Laboratorium, jarang sosialisasi dengan orang lain, apalagi kegereja waks.. kalau tahun pertama nginep kampus masih ngikut natalan tahun berikutnya NULL. Kesombonganpun semakin bertumbuh subur... Oh iya Bapak & Ibu saya bukan orang yang berlimpah harta dan tinggal didesa. Kiriman duit yah kadang ada dan sering banget telat, waktu itu dapat duit dari bayaran asisten Lab yang lumayan bisa buat makan IndoMie sampai 1/2 bulan, selebihnya yah ngutang IndoMie di warung Cak No depan Kampus UK. Petra. Ini berlanjut lama sekali hampir 3 tahun lebih.
Adalah Agust Catur Priambodo, Yan Arthur Lumintang rekan Gerakan Pemuda GPIB "Bethesda", sering datang ke kampus mengajak untuk ikut persekutuan. Tapi yah dasar manusia sombong seperti batu karang yang teguh. Apa itu gereja/persekutuan? Null. Agust Catur Priambodo "Teman Nakal" waktu SMA berubah juga yah. Tapi tetap IGNORE!!! Hidup berlanjut sampai kerja di jakarta (Inixindo) pindah lagi surabaya di (PadiNet).
Saat kerja di PadiNet-lah banyak kejadian terjadi, kehancuran dalam hidup pengharapan hancur lebur. Merasakan seperti gila dan mati rasa. Namun disini begitu banyak hal yg ditunjukkan tentang apa yg dahulu saya pelajari bagaimana arti Cinta kasih yang Allah berikan bagi manusia sangat nyata. ... Bersyukur saya tidak mati saat itu & bersyukur saya ada teman yg disediakan bagi saya (Soga) & Sangat bersyukur bahwa Kristus sangat amat mengasihi saya. Disaat inilah saat saya benar-bener mau menerima Yesus Kristus sebagai Juruslamat secara pribadi.
Apakah cukup sampai disini? Tidak cukup banyak hal yang membuat saya kembali bimbang, sedih & meragukan Allah, namun bersyukur bahwa Dia juga memberi banyak hal yg menghibur/menguatkan dan kembali mengingatkan bahwa semua boleh terjadi karena begitu besar-Nya kasih Allah akan semua manusia.
Bagi rekan-rekan yg membaca kisah saya, mungkin kisah hidup saya kurang begitu dasyat dibandingkan pengalaman pribadi anda dan yang harus diingat bahwa Semuanya itu Demi Kemuliaan Allah. Mari berbagi kisah hidup untuk saling menguatkan.
Eben Haezer (Sampai disini Tuhan masih menolong)
Bayu Krisnawan (krisna[at]versalite.com)
My
Apologetics
Computers
- Code
- Security
- Network
- OpenSource
Misc
- Entrepreneurs