Saturday, August 20, 2016

Mi Wi-Fi Repeater Simple Wi-fi Expander

Beberapa waktu yang lalu saya belanja berbelanja disalah satu online shop karena ada promo yang menarik, belanja diskon 50% max 100 ribu rupiah. Bingung mau beli apa untuk memaksimalkan kupon belanja, dan setelah melihat-lihat pilihan jatuh pada Mi Wi-Fi Repeater atau Mi Wi-Fi Amplifiers atau Mi Wifi Expander atau entahlah namanya. 
Karena kebutuhan supaya signal wifi lebih kuat karena rencana akan deploy ada beberapa Xiaomi Yi Home Camera yang terpasang dirumah.

Dibeli dengan harga Rp 90.000,- dan beli 2 unit, ditambah ongkos kirim Rp 20.000 jadi hanya dengan 100 ribu dapet 2 unit. Mi Wi-Fi Repeater ini akan digunakan menguatkan signal dari device Gl.Inet 6416 (OpenWRT PPPoe ADSL) dan menggantikan penguat signal Tp-Link MR3020.

Design 
Sangat simple dan menarik, dengan dimensi yang hanya 121.3 x 29.6 x 12 mm dan sumber catu-daya menggunakan USB connector sehingga dapat dengan mudah di colokkan ke laptop atau power-bank atau charger lain USB yang lain. Terdapat 1 LED yang berfungsi sebagai indikator penanda (warna orange, warna biru & merah ) dengan kondisi warna biru ketika koneksi antara access point (AP) dan repeater sudah terhubung. Juga ada lubang (reset button) yang berfungsi untuk melakukan reset unit.

Technical Spec
Mendukung wireless teknologi IEEE 802.11b/g/n secara teknologi tertinggal sedikit dengan 802.11ac namun karena Gl.Inet 6416 juga hanya 802.11n maka sudah cocok. Secara teori 802.11n  mampu mendukung transfer speed hingga 300Mbps dalam kondisi ideal dan karena ini adalah repeater maka tidak akan mungkin mencapai  kecepat itu.
Dan dengan harga Rp 90.000,- sangat cukup sekali apalagi kalau dibilang ini ada diskon sehingga dengan biaya 100.000 dapet dua unit repeater; mending diam saja.

Installasi
Untuk installasi hanya dibutuhkan program "Mi Home" dengan pilihan main-land China dan registrasi Mi Account.  Dan saat digunakan tidak menggunakan AP yang satu jenis tetapi Gl.Inet 6416, ada beberapa repeater yang hanya bisa berfungsi ketika access point(AP) induk menggunakan jenis yang sama. 
Untuk lebih jelasnya silahkan disimak video berikut ini:



Kesimpulan
Dengan budget Rp 90.000,- unit ini sudah sangat baik dan simple digunakan sebagai wireless signal expander. Installasi yang sangat mudah dan kondisi catu-daya melalui USB mungkin kurang begitu menarik karena membutuhkan tambahan charger. Namun mungkin hal ini justru memberi point plus dimana pengguna bisa memasang Wi-Fi Expander ini di powerbank.

Friday, August 19, 2016

Xiaomi Xiaoyi Simple IP Camera


Yi Home cameraXiaomi Yi Home Camera, merupakan sebuah perangkat smart camera yang berfungsi seperti CCTV dan menawarkan kelebihan berupa fungsi intercom untuk komunikasi bergantian.  Ada dua buah versi yang sudah direlease dan masing-masing versi juga memiliki dua varian yakni varian china, maupun international varian. 

  • Yi Home camera Night Vision // dengan spesifikasi umum
    • Video frame rate : 20fps(1280 × 720)
    • Viewing Angle : 
      • Horizontal viewing angle: 92.7° 
      • Vertical Viewing Angle: 48.7° 
      • Diagonal viewing angle: 111.2°
    • Infrared light : 8 lamps / 940nm (Nigh vision ~ 5 meters)
    • Local Storage : 8-32GB (microsd)
  • YI Home Camera 2
    • Resolution : 1080p25
    • Viewing Angle :  130°
    • Infrared light: 11 high-power infrared LEDs (940nm) with IR cut filter
Yang banyak dijual dan dibeli di Indonesia adalah versi yang pertama dengan varian China sedangkan untuk versi internasional harus dibeli dengan harga lebih mahal. Secara peformance recording maupun hasil versi pertama Yi Home Camera sudah sangat cukup untuk digunakan home security monitoring.  

Tuesday, August 2, 2016

Flash ADSL Modem Telkom Speedy

Menghilangkan atau menonaktifkan  @wifi.id?  Memang bukan hal yang susah karena sudah banyak tutorial cara untuk menonaktifkan SSID yang digunakan Telkom Indonesia. Namun bukan itu tujuan utama melakukan flashing ke original ROM tapi lebih mengarah  bagaimana ADSL modem ter-utilize lebih baik dengan stabilitas koneksi yang lebih baik juga. Modem yang seringkali digunakan oleh Telkom Indonesia adalah TP-Link walaupun ada juga yang menggunakan merk seperti ZTE maupun Huawei.  Dan biasanya memang modem ini tidak menggunakan firmware atau software yang original namun "software pesanan" yang susah untuk diotak-atik oleh pengguna namun sayangnya tidak ada improvement "software pesanan" ini sehingga terkadang dijumpai problem pada modem tersebut.

Saat ini saya melakukan unlock pada 2 jenis modem:

  1.  TD-W8101G // Sangat mudah hanya butuh dua langkah saja penting saja yang diperlukan
  2. TD-W8961N //  Lebih susah karena membutuhkan browser trick pada web gui
Namun prinsip utama pada flash kedua modem tersebut adalah 
  1.  Masuk ke telnet ke device kemudian lakukan disable modelcheck (sys modelcheck off)
  2.  Download image URL sesuaikan dengan versi yang sama
Tidak ada masalah dengan TP-Link TD-W8101G karena opsi upgrade pada browser masih aktif, sedangkan untuk model TD-W8961N Version 1.x dibutuhkan langkah-langkah tambahan supaya dapat dilakukan upload firmware yang terbaru, untuk melakukan editing HTML bisa menggunakan browser chrome  kemudian jika menggunakan windows bisa gunakan klik-kanan kemudian pilih Inspect Element setelah itu coba lihat video dibawah ini dan edit "sesuatu yang disabled":



Kemungkinan cara ini bisa digunakan untuk melakukan "UNLOCK" pada modem-modem TP-Link lain silahkan coba-coba sendiri dan mohon feedback modem apa saja yang berhasil di-unlock dengan cara diatas.



Hacked Device :
  1.  TD-W8101G // Simple tanpa editing HTML
  2.  TD-W8961N // Menggunakan Inspect HTML browser
  3.  .....
  4.  ..... silahkan ditambahkan ....



 

Redmi Note 3 Pro Masalah Pada Gyroscope

Redmi Note 3 Pro (Kenzo/Snapdragon) Black/Grey Gyroscope Problem. Saat ini saya menemukan masalah pada Redmi Note 3 Kenzo yakni sensors gyroscope yang bekerja tidak benar saat digunakan pada malam hari, dan autobrightness aktif. Silahkan simak Youtube video dibawah, dan bagaimana cara sederhana menyelesaikan masalah(bersifat temporal).

Tidak hanya satu-dua-tiga orang yang mengalami masalah pada sensor gyroscope tapi banyak yang mengalaminya. Saya coba mencari tahu problem apa gerangan yang menyebabkan masalah ini timbul dan sampai pada suatu kesimpulan yang sepertinya masuk akal.



Problem ini dialami oleh device Redmi Note 3 Pro (Kenzo) warna Black/Grey yang barusan dibeli dan memang pada saat digunakan ada beberapa perbedaan dibandingkan dengan Redmi Note 3 Pro GOLD yaitu:

  1. Redmi Note 3 Pro GOLD -  Langsung bisa mendapatkan auto-update sehingga tidak perlu melakukan flashing official firmware. Versi Black/Grey menggunakan ROM abal-abal sehingga perlu dilakukan flashing untuk mendapatkan upgrade official
  2. Redmi Note 3 Pro GOLD -  Flash dengan MIUI 7.1.8 tidak ada masalah semua berjalan normal, namun pada RN3 Black/Grey ada masalah dengan Battery Indicator yang selalu berada pada posisi -2%. Problem ini solved dengan flash ulang MIUI 7.2.3
  3. Redmi Note 3 Pro - GOLD Light Sensor maximum > 10.000lux dan Black/Grey <=10.000lux (bisa jadi karena apakah sensor ini nempel dengan LCM atau memang berdiri sendiri).
Dari ketiga hal diatas maka diambil kesimpulan bahwa Redmi Note 3 Pro Black/Grey kemungkinan mengalami kerusakan pada driver firmware sensors-sensors tersebut, dan flashing walaupun dengan option clean-all  tidak menyelesaikan masalah atau memang sensor yang rusak namun hal ini bisa diabaikan mengingat dalam kondisi autobrightness dimatikan sensors gyroscope berjalan normal.

Searching/Mencari informasi pada forum MIUI // didapatkan cara solving problem, namun karena device masih lock dengan account istri; harus terlebih dahulu request unlock.  Berikut link penyelesaian pada masalah sensors pada Redmi Note 3 Pro) yang intinya "tidak semua file img pada fastboot yang biasanya kita gunakan untuk flash, diwrite ke ponsel pada saat flashing". Silahkan lihat gambar disamping yang merupakan file fastboot kenzo. 
Ada 12 file img pada folder images/ dan hanya 8 saja yang di write ke ponsel pada saat flashing dan salah satunya adalah file persist.img yang berfungsi salah satunya untuk kontrol pada sensors-sensors. Apa saja yang harus dilakukan?  :
  1. Extract files fastboot kenzo cari file dengan nama persist.img
  2. Lebih baik flash ulang clean-all tanpa relock
  3. Masuk kenzo pada mode fastboot
  4. Flash file img dengan cara 
    1. fastboot devices
    2. fastboot erase persist 
    3. fastboot flash persist persist.img 
    4. fastboot reboot
Saya belum bisa mencoba karena belum sempat & device belum unlock dan karena device masih digunakan istri, yah biarlah saja dulu. 
Kedepan ketika notifikasi unlock sudah diberikan maka cara ini akan dicoba sehingga tidak perlu lagi mematikan auto brightness pada saat melihat video 360 atau bermain game.

Yang mau mencoba silahkan saja. Resiko ditanggung sendiri.

Thanks

Sunday, July 31, 2016

Redmi Note 3 Sensors LCM

Redmi Note 3 LCD Module(LCM) & Sensor  // Sedikit informasi mengenai LCM panel dan sensor pada Redmi Note 3 supaya calon pembeli lebih teliti sebelum membeli.

LCD Module:
Saat ini saya menggunakan 2 buah Redmi Note 3 (Kenzo); Gold varian (3/32GB) dan Grey/Black varian(3/32GB). Dari keduanya perbedaan hanya terdapat pada LCM module, namun dalam Mi forum maupun facebook group Redmi Note 3 Pro Indonesia ada banyak posting yang menunjukkan perbedaan-perbedaan. Bagaimana cara mengetahui informasi detail perangkat? Maka yang diperlukan adalah masuk ke program "QC test"(tanpa install aplikasi tambahan) atau dengan melakukan instalasi aplikasi (AIDA64, CPU-Z atau CPU X) via play store, QC test ada 2 jalan masuk yaitu:

  1. Dial nomor QC test (*#*#64663#*#*)  atau *#*#6484#*#* atau gampang mengingat *#*#MIUI#*#*
  2. Melalui Setting/ Pengaturan
    • Setelan/Setting -> Tentang Ponsel/About Phone  -> Kernel version (ketuk 3-4 kali secara cepat) 
    • Menu "QC Test"  - Pilih nomor 1. Software Version 
    • Tarik/Scroll kebawah (Informasi atas berisi IMEI/MEID dll)

Satu Merk dan Model Namun Beda Rasa

Siapa tidak kenal handphone? Kalau dulu mungkin hanya untuk berkomunikasi via voice(suara) maupun sms(text), kalau saat ini handphone berevolusi menjadi sebuah telephone pintar atau yang lebih dikenal dengan smartphone. Smartphone hampir menjadi kebutuhan pokok dari banyak orang sehingga jumlah smartphone yang digunakan diseluruh dunia mengalami kenaikan pesat. Vendor/Produsen smartphone-pun bertebaran; yang dulunya luar biasa raksasa menjadi seperti semut tinggal menunggu kematian, namun vendor startup/kecil yang belum lama seperti semut menjadi vendor raksasa bisa melakukan penjualan luar biasa banyak.

Dengan banyaknya permintaan smartphone dan banyaknya vendor tentunya akan meningkatkan persaingan penjualan, hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pembeli/customer karena pembeli bisa memilih tipe smartphone yang lebih cocok dengan dana(budget)  dan kebutuhan masing-masing. Jika dahulu kita hanya kenal vendor-vendor besar seperti Samsung, Motorolla, Nokia, HTC, Blackberry. Maka persaingan saat ini diramaikan oleh ratusan vendor baik dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Polytron,Hisense, Evercoss, Huawei, Lenovo, Xiaomi, Meizu, OnePlus dan begitu banyak vendor lain terutama dari smartphone dari negara tirai bambu. Yang sangat menarik dari vendor-vendor baru ini adalah Xiaomi.