Monday, March 31, 2008

Tilang Lalu Lintas

Ada selebaran dari YM yang dikirimkan oleh beberapa rekan, isinya sebagai berikut:
FYI, Segala pelanggaran dijalan baik naik motor/mobil jangan coba suap uang pada polisi biarpun ditawari damai karena bisa jadi itu adalah pancingan. Lebih baik minta ditilang nanti diurus dipengadilan. Instruksi Kapolri kepada jajaran polisi, bagi yang bisa membuktikan warga yang menyuap polisi, dapat bonus 10 juta/warga, dan yang menyuap kena hukuman 10 tahun. Harap jangan main-main. Info tersebut banyak yang tidak tahu, bisa jadi ada oknum polisi cari-cari kelengahan kita biar menyuap, jangan terpancing menyuap Polisi.

Info tambahan : Polisi diberi ijin dan mandat oleh kepolisian untuk bisa menerima titipan uang sidang ditempat dan diberi tanda terima resmi, jadi janganlah menyuap.

Kalau dipikir memang tidak gunanya menyuap polisi, tindakan ini mengajarkan oknum untuk tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Namun disisi lain terkadang kita berpikir "Duit 20 Ribu/50 Ribu apalah dibandingkan dengan waktu untuk sidang?", kebiasaan yang seperti ini membentuk para penegak hukum kita semakin "asik" dengan kemudahan mencari uang. Dan yang ditakutkan adalah budaya bahwa profesi sebagai polisi adalah profesi "basah", lebih parah lagi jika didalam tubuh kepolisian sendiri terjadi bisnis untuk profesi ini.

Kembali lagi dipermasalahan ke permasalahan tilang polisi seperti yang diissuekan rekan dari Yahoo Messenger. Kesannya tugas seorang polisi adalah mencari-cari siapa yang bisa disuap, bukan mengajarkan ketegasan bahwa polisi tidak menerima suap. Hal ini bagi saya aneh karena sebenarnya kasus suap menyuap terjadi ketika ada 2 belah pihak yang mau disuap dan yang menyuap, kalau informasi ini tidak diberitakan ke khalayak maka sama saja dengan pihak "Kepolisian Menjebak Masyarakat" yang hobi menyogok. Bagaimana jika aturan seperti ini dibalik??

Apakah ada rekans yang sudah merasakan aturan ini ??

[Sanggahan Dari POLRI]

0 comments:

Post a Comment